Aku sedang memperhatikan mu dari jauh.
Kamu tak nampak jenuh dengan segala macam kegiatan yang kamu lakukan setiap
hari. Persoalan demi persoalan seolah – olah kamu ketahui semuanya. Dan kamu
selalu ikut pusing di dalamnya tanpa memikirkan dirimu sendiri. Ya itulah kamu,
dan karena hal itu pula kamu berhasil meluluhkanku.
“Belom pulang?” Suara payung yang kau buka,
menyadarkan lamunanku bahwa ada seseorang yang berdiri di sampingku. Aku tak
berkata, hanya menggeleng sambil menyimpulkan senyum getir, membuang pandangan
jauh keseberang jalan didepan pintu kampus.
“Masih ngambek ya? Haduh, maaf deh. Hehe.”
Kali ini aku menyerah, selalu saja kamu lakukan apa yang jadi kelemahanku.
Semarah apapun, aku tak bisa lepas dari tertawa. Aku menoleh ke arah mu dengan
tatapan tajam nan sinis. Tapi apa, muka konyol mu itu begitu polos untuk
dijadikan bahan tertawaan. Sekali lagi kamu tersenyum, sambil berhehe tak
jelas, aku pasti tertawa 2 kali lebih keras. “Hehe, masih ngambek ternyata.” Oh
tidak, “Aku mau pulang sekarang.” Sambil setengah tertawa, aku meninggalkannya
pergi. Tak masalah jika harus kehujanan daripada harus mati kutu didepannya.
Kaki ini terus melangkah, menjauh dari tempat awal aku berdiri, sengaja
menunggu mu. Namun hati ini belum ingin beranjak dari keberadaan yang sebelumnya.
Biarlah. “Sampai ketemu besok.” Batinku.
Jika bisa digambarkan, sebenarnya kita
berdiri tak begitu jauh. Tak begitu jauh sebelum pandangan mu dipenuhi segala
macam persoalan yang dengan sendirinya membentuk tembok yang begitu tebal.
Dengan begitu, aku terpaksa berdiri dari sisi lain yang memudahkan ku untuk
memperhatikan mu dengan jelas. Tapi dari sini, sama sekali kamu tak bisa
melihat ku, apalagi membalas perhatian ku. Aku yang kamu lihat, aku yang kamu
perhatikan selama ini hanyalah satu dari banyak persoalan yang harus kamu
selesaikan. Dan jika persoalan itu selesai, kamu tak menjamin keberadaan mu
akan selalu ada.
Kamu selalu memberi pernyataan yang sama
“Biarkan waktu dan jarak yang menjawab pertanyaan hati.” Karena hatiku selalu
bertanya, di balik tembok tebal yang kau miliki apakah masih ada hati? Lebih
tepatnya, masih adakah hati yang mampu merasakan perhatian ini? Atau sekedar
tahu saja, kalau perhatian ini bukan seperti perhatian lainnya. Persoalan yang
lebih rumit dari persoalan yang kamu punya.
Apapun yang kamu lakukan, semua hal yang
kamu hadapi. Aku berjuang untuk selalu ada di sana, meskipun pada nyatanya aku
hanya menambah rumit persoalan yang ada. Namun yang jadi keyakinan ku, tawa
kita mempermudah segalanya.
Jika rasa ini memilih untuk pudar bersama
waktu yang terus berjalan, dan jarak yang semakin memuai. Aku masih tetap
berdiri di tempat yang sama, untuk menunggu. Aku tunggu kamu beranjak untuk
melihat sisi lain yang tertutup tembok tebal itu. Karena matahari akan tetap
diam, dan bumi selalu berjalan. Bumi akan membuat matahari seolah tak hanya
bersinar di sisi timur, tapi juga di sisi barat.
The 10 Best Casinos in Vegas (2021) - MapyRO
BalasHapusFind out where to play 전라북도 출장안마 the best casino games in 수원 출장마사지 Vegas, 충청남도 출장안마 including slots, table games, blackjack, poker 경상남도 출장마사지 and 포천 출장마사지 roulette.